Eloktenan's Blog
Membaca, melihat, merasa, mendiskusikannya bersama elokArsip untuk ketak & ketik
Sahabat dunia-akhirat
Masakan,
Tatapan,
Senyuman,
Suara,
Bimbingan,
Doa,
Puasa,
Semangat,
Nasehat,
Belaian,
Pelukan,
Ciuman,
Perjuangan,
Dan berjuta cahaya kehidupanku lainnya
Semua itu dimiliki Ibuku
Tidak ada duanya
Setidaknya bagiku
Meski keindahan itu hanya sebatas 23 tahun usiaku
Tetapi,
Hingga detik ini,
Seperti kata anakku;
” Ibu, kita bersahabat!
di dunia dan kelak di akhirat”
Insya Allah….
Katamu
Katamu merindu,
Katamu segala tentangku
Katamu mengingatku
Katamu menyimpan jejakku
Katamu,…
Katamu,…
Lagi-lagi katamu,….
Setia timbul tenggelammu
Rindu dendammu
Aku tak tahu
Apa itu
Kapan itu
Dimana itu
Bagaimana itu
Aku Tak tahu
Lagi-lagi aku tak tahu
Yang aku tahu
Akupun
Serasa katamu
Makanlah
Aku menangis,
Sedikit luka
Tapi biarlah,..
Daripada keburu koma
Kurang berdaya
Mimpiku bukan ini
Bukan juga itu
Tapi lebih sederhana
Dari ini
Dari itu
Sayang ya?
Duch sayangnya
Duch sayangku
Andai kau tahu
Sayang versiku
Bukan ini
Bukan itu
Lebih sederhana
Dari ini
Dari itu
Kamu tak tahu
Atau tak mau tahu
Ragu,
Takut,
Malu,
Ya sudahlah,..
Makan saja
Sayangmu
Itu
H a d i r
Mengalir indah
Mengalir tak berdaya
Penuh rasa
Penuh siksa
Siksa yang sirna
Karena indah
Karena gundah
Entah sampai kemana
Entah mengalir kemana
Ke dasar rasa
Tumpah ruah
Rindu,
Menggebu
Terpejam
Terlena
Bahkan,
Sedikit mati rasa
Mati rasa akan hampa
Rasa mendera
Bila tak bersua
Walau maya
Tapi ada
Tapi terasa
Hadir
Dan hadir…
Kembali hadir…
Kepada yang tercinta
Di Tengah Cerita
Takdirku indah
Kisahmu tanpa cela
Baiknya kita syukuri semua
Walau hadirmu di tengah cerita
Walau impian kita ketinggalan kereta
Bahkan,
Penguasa malam, pagi dan siang
Mungkin menjadi iba
Mungkin menjadi haru
Mungkin menjadi baik sangka
DiberiNya sedikit rasa
DipendekkanNya kendala
Tak lupa
Dihiasi bunga
Sedikitt saja
Untuk
Kemudian
Di pinjamkan
Cerita yang sudah sampai tengah
Percayalah dulu semua bermakna
Percayalah dulu semua tidak sia-sia
Apa
Siapa
Apa saja
Bukan apa-apa
Bahkan waktu yang mendera
Sekian lama
Pun tak berdaya
Memisahkan
Untuk,
Kemudian,
Mempertemukan kita
Ini, Itu
Aku tersadar
Penuh
Bahwa
Itu yang kutunggu
Aku tersadar
Penuh
Bahwa
Ini yang kurindu
Aku tersadar
Penuh
Bahwa
Itu yang kusimpan
Aku tersadar
Penuh
Bahwa
Ini yang kukenang
Aku tersadar
Penuh
Bahwa
Itu yang harus kutahan
Aku tersadar
Penuh
Bahwa
Ini, itu, ini, ituuuuuu…….
yang harus kulupakannnnn !!!
R a g u
Sedikitpun aku tak pilu
Karena itu sudah,
Dahulu!
Sedikitpun aku tak ragu
Karena itu sudah,
Dahulu!
Sedikitpun tidak
Mengusikku
Mengusikmu
Karena kini
Bukan milikku
Bukan milikmu
Tapi bukankah pilu
Bertambah ngilu
Bila kau ragu?
Aku tidak ragu
Menemukanmu
Merindukanmu
Bukan milikku
Bukan milikmu
Bersahabat
Tapi tidak ragu
Ragukah kamu?
Sedikitpun aku tidak!
